fbpx
Harga Sudah Naik, Rumah Subsidi Masih Laku?

Harga Sudah Naik, Rumah Subsidi Masih Laku?

Jakarta – Harga rumah subsidi tahun ini naik sekitar 7% dari yang sebelumnya Rp 181 juta menjadi Rp 185 juta di wilayah Jabodetabek. Tak hanya itu, alokasi bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 13,72 triliun atau sekitar 166.000 unit saja.

 

Kuota tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu sebanyak 220.000 unit. Adapun, jumlah antrian saat ini mencapai 16.000 untuk FLPP tahun 2024. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan anggaran FLPP akan habis tersalurkan pada pertengahan tahun 2024.

 

Baca juga: Permintaan Rumah Subsidi Vista Land Group Meningkat 30%

 

Melihat kuota yang semakin menipis, banyak dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mempercepat membeli rumah dan melakukan akad kredit untuk menikmati fasilitas bantuan dari pemerintah. Begitu yang dilakukan oleh Hendrik (32), karyawan pabrik di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia telah melakukan akad kredit rumah di perumahan Permata Puri Harmoni 2, Cileungsi, yang dikembangkan Vista Land Group.

 

Dia mengatakan lebih baik mempercepat kredit rumah daripada berganti rumah kontrakan 2 tahun sekali. Apalagi setiap tahun harga rumah semakin naik. Sementara waktu produktifnya untuk mencari nafkah tidak akan selama masa cicilan rumah.

 

“Yang jelas saya tak mau keluarga saya hidup di rumah kontrakan yang dua tahun sekali harus pindah, karena sewa kontrakan dinaikkan sepihak oleh pemilik,” ungkap Hendrik dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (27/1/2024).

 

“Jika tidak dipaksakan sekarang, saya khawatir keluarga saya hidupnya nomaden (berpindah-pindah),” lanjutnya.

 

Hal serupa juga dilakukan oleh Wati (27), seorang karyawan industri, juga telah melakukan akad kredit dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

 

Baca juga: Kenaikan Harga Rumah Subsidi Tak Surutkan Permintaan MBR

 

Semula dia berencana untuk membeli rumah setelah Pemilu 2024 selesai. Tetapi setelah mendengar kabar bahwa kuota rumah subsidi berkurang, dia langsung mengajukan permohonan FLPP melalui BTN.

 

“Agar dapat segera disetujui BTN, saya dan suami mengajukan joint-income. Alhamdullilah disetujui dan bisa akad kredit hari ini,” ujar Wati.

 

“Yang penting kami dapat rumah pertama dulu tahun ini, hingga kami tidak perlu keluarkan uang untuk sewa Rp12 juta hingga Rp14 juta per tahun, tapi tidak dapat rumah,” tambahnya.

 

Sementara itu, menurut General Manager Vista Land Group Oka Mahendra beberapa perumahan mengalami peningkatan peminat sejak November 2023. Beberapa proyeknya yang mengalami peningkatan peminat di antaranya Permata Puri Harmoni 2, Gran Harmoni Cibitung, Grand Harmoni Indah Jonggol, dan Puri Harmoni Cisoka 2. Lebih dari 60 unit ludes dipilih dan rata-rata telah melakukan akad kredit.

 

“Bahkan awal bulan ini permintaan di proyek-proyek kami yang memasarkan rumah subsidi meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Oka.

 

Menurutnya meski harga rumah subsidi naik 7%, hunian ini tetap ramai peminat. Sebab harganya terjangkau Rp 185 juta, mendapatkan subsidi, suku bunganya juga tetap 5%, dapat diangsur selama 20 tahun, dan cicilan hanya Rp 1,2 juta dengan minimal penghasilan Rp 4 juta.

 

Selain karena penawaran yang cocok apalagi untuk kaum milenial dan gen z yang membutuhkan hunian tetap, fasilitas rumah subsidi juga tidak main-main. Rata-rata kualitas bangunan, lingkungan, dan fasilitasnya sudah sekelas perumahan real estate.

 

Memiliki taman-taman tematik, children playground, dan jalan utama cor beton dengan ROW lebar. Sebagian juga sistem cluster lengkap dengan private playground dan sarana ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *