vista land group puri harmoni 8 parung panjang

Antisipasi Banjir di Kawasan Hunian Terus Diperkuat

Pengembang Perumahan Puri Harmoni 8 di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menyatakan terus melakukan langkah mitigasi terhadap potensi banjir di kawasan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Humas Vista Land Group, Erlan, mengatakan sistem pengelolaan lingkungan, termasuk drainase, telah menjadi perhatian sejak tahap awal pembangunan kawasan Puri Harmoni 8 dan Puri Harmoni 8 Extension.

Menurut dia, sistem drainase di kawasan tersebut dibangun mengikuti standar teknis dan regulasi yang berlaku. Erlan juga menyebut proyek tersebut telah mengantongi izin dari Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Bogor sejak 2019.

“Sejak tahap awal pembangunan, kami selalu mengedepankan aspek lingkungan, khususnya dalam pengelolaan drainase dan mitigasi banjir. Ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan hunian yang berkelanjutan,” ujar Erlan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/5).

Erlan menjelaskan, fasilitas umum dan fasilitas sosial di kawasan Puri Harmoni 8 telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah dalam dua tahap, yakni pada 22 April 2019 dan 29 Juni 2022. Setelah proses serah terima tersebut, pengawasan kawasan, termasuk infrastruktur pendukung dan penanganan banjir, berada di bawah pengawasan pemerintah daerah.

“Setelah serah terima dilakukan, kawasan ini berada dalam pengawasan pemerintah daerah, termasuk untuk penanganan banjir dan infrastruktur pendukung lainnya,” katanya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Erlan mengatakan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi membuat pengelola kawasan perlu meningkatkan langkah antisipasi terhadap genangan maupun banjir. Potensi banjir, menurut dia, dapat dipengaruhi oleh tingginya curah hujan, luapan sungai, serta limpasan air dari wilayah hulu.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Vista Land membangun turap atau dinding penahan air di sepanjang aliran Sungai Cimanceuri yang melintasi kawasan Puri Harmoni 8 dan Puri Harmoni 8 Extension.

Turap tersebut memiliki panjang sekitar 450 meter dengan ketinggian mencapai 7 meter dari dasar sungai. Infrastruktur itu juga dilengkapi pintu air yang dapat dikelola warga untuk membantu pengendalian debit air saat musim hujan.

“Pembangunan turap ini merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang kami untuk melindungi kawasan hunian dari risiko banjir akibat luapan sungai,” ujar Erlan.

Selain turap, pengembang juga menyiapkan pompa alkon berukuran besar dan kecil untuk membantu penyedotan air saat terjadi genangan di area permukiman.

Dalam kondisi darurat, Erlan menyebut pihak pengembang turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah di lapangan. Koordinasi tersebut mencakup penyaluran bantuan logistik, pendirian dapur darurat, hingga pembentukan posko darurat bagi warga terdampak.

Perlu Kolaborasi

vista land group - puri harmoni 8 parung panjang

Erlan menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurut dia, mitigasi banjir membutuhkan kerja sama antara pengembang, pemerintah daerah, warga, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami percaya penanganan banjir harus dilakukan bersama. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga mengajak warga untuk aktif menjaga lingkungan,” katanya.

Vista Land, lanjut dia, juga melakukan evaluasi berkala terhadap sistem drainase di proyek perumahan yang dikembangkan. Evaluasi tersebut meliputi normalisasi saluran air dan pemantauan titik-titik yang berpotensi mengalami genangan.

Pengembang juga mendorong paguyuban warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air. Erlan mengatakan penyumbatan drainase menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk genangan saat hujan deras.

“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun ekosistem hunian yang aman dan nyaman untuk jangka panjang. Mitigasi banjir adalah salah satu prioritas utama kami,” ujarnya.

Genangan Disebut Bukan Kondisi Rutin

Erlan menegaskan genangan yang sempat terjadi di sejumlah titik kawasan Puri Harmoni 8 bukan merupakan kondisi rutin. Menurut dia, genangan tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, serta luapan Sungai Cimanceuri.

Ia menyebut limpasan air dari wilayah lain, termasuk dari arah Bendungan Katulampa, turut memengaruhi peningkatan debit air di kawasan tersebut.

Saat hujan deras, ketinggian air sempat mencapai sekitar 40 hingga 100 sentimeter. Namun, Erlan mengatakan kondisi itu merupakan kejadian khusus yang dipicu intensitas hujan tinggi dan aliran air dari hulu.

Vista Land Group menyatakan akan terus mengevaluasi dan meningkatkan sistem drainase serta pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.

“Kami terus melakukan evaluasi berkelanjutan dan mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan. Ini menjadi bagian penting dalam mitigasi banjir jangka panjang,” kata Erlan. (Z-10)

Sumber: Media Indonesia
https://mediaindonesia.com/megapolitan/892134/antisipasi-banjir-di-kawasan-hunian-terus-diperkuat#goog_rewarded